waktu yang lucu

Empat kurang seperempat, lewat tengah malam. Si dia memarahi sepasang matanya yang belum terpejam. 

“Malah sibuk melototin jam…”

Misuh-misuh. Rusuh.

Abisnya sih…kepikiran. Siapa ya yang membuat konsep waktu? Buat apa? Mungkin konsep awalnya ya supaya kita yang cukup beruntung dikasih nyawa, bisa menghargai kesempatan-kesempatan yang kita punya. Konsep awal yang konsep kininya jauh berbeda: Gara-gara waktu si raga-raga berjiwa itu jadi kaku dan lupa alasan mereka turun kesitu. Ada dan bernafas kan bukan sekedar untuk lahir-tumbuh-dewasa-berkeluarga-mati. Bukannya ada juga bagian yang disebut menyatakan mimpi? Bukannya ada perjanjian tuk membawa cerita penuh arti? Tuk diceritakan padaNya suatu hari, sebuah teras bertemankan dua cangkir kopi. 

…dan mungkin akan ada cerita berawal begini, “Aku pernah mempertanyakan waktu.”

…dan seiring dengan terjadinya kalimat tadi ada suara dalam benak, “Ah, bukankah kamu selalu mempertanyakan bahkan tentangku?”